NGULUR NAGA DAN BELIMBUR PUNCAK KEMERIAHAN ERAU ADAT KUTAI

INRadio Selasa 2016-08-30 Belimbur merupakan tradisi saling menyiramkan air kepada sesama anggota masyarakat yang merupakan bagian dari ritual penutup Festival Erau. Tradisi ini juga menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas kelancaran pelaksanaan Erau. Selain itu, belimbur memili
img

INRADIO, Tenggarong - Prosesi Belimbur yang didahului dengan melarung naga (Ngulur Naga), menandai penutupan Festival Erau yang telah digelar. Dan prosesi belimbur sendir dipusatkan di Museum Mulawarman pada Minggu (28/8/16), siang pekan kemarin. Upacara adat itu diawali dengan pembacaan riwayat Erau di Kutai Lama hingga munculnya atau lahirnya naga.



Belimbur dimulai setelah Air Tuli dari Kutai Lama, Kecamatan Anggana tiba di Tenggarong, kemudian Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura HAM Salehuddin II naik ke Rangga Titi (balai yang terbuat dari bambu kuning). Pada prosesi ini Sultan memercikkan Air Tuli ke dirinya sendiri dengan mayang pinang, setelah itu di percikkan ke orang-orang di sekelilingnya.



Saat Sultan memercikkan air ke orang disekitarnya. dan ini menjadi tanda bahwa Belimbur dimulai. Kontan saja hal itu disambut perang air oleh pengunjung yang telah berada disekitar Musium maupun se Kota Raja Tenggarong.

Belimbur merupakan tradisi saling menyiramkan air kepada sesama anggota masyarakat yang merupakan bagian dari ritual penutup Festival Erau. Tradisi ini juga menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas kelancaran pelaksanaan Erau. Selain itu, belimbur memiliki maksud filosofi sebagai sarana pembersihan diri dari sifat buruk dan unsur kejahatan. Air yang menjadi sumber kehidupan dipercaya sebagai media untuk melunturkan sifat buruk manusia. (hendra.ds)
 

;
close
iklan kiri
close
iklan kanan