PULUHAN PENGENDARA RODA DUA TERJARING OPERASI PATUH MAHAKAM 2017

INRadio Minggu 2017-05-14 Guna menekan angka pelanggaran berlalu lintas serta tingginya angka kecelakaan, Kepolisian Resort Kutai Kartanegara, menggelar Operasi Patuh Mahakam 2017, di sejumlah jalan utama di pusat ibu Kota Tenggarong, pada Sabtu (13/5/17) sore kemarin.
img

INRadio - Tenggarong, Guna menekan angka pelanggaran berlalu lintas serta tingginya angka kecelakaan, Kepolisian Resort Kutai Kartanegara, menggelar Operasi Patuh Mahakam 2017, di sejumlah jalan utama di pusat ibu Kota Tenggarong, pada Sabtu (13/5/17) sore kemarin.

Namum dalam Operasi itu, masih banyak angka pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah pengendara, baik itu kelengkapan surat menyurat kendaraan hingga pada perlengkapan berkendaraan.

Saat ditemui di lokasi kegiatan, Kepala Unit Kecil lengkap (UKL) yang sekaligus Kasat Intel Polres Kutai Kartanegara, AKP M. Rustam Febrianzah menjelaskan, dalam Operasi Patuh Mahakam kali ini, setidaknya puluhan pengendara roda dua terjaring pada kegiatan tersebut.

" Pada Operasi Patuh Mahakam ini, puluhan pengendara roda dua terjaring razia, pasalnya kebanyakan tidak dapat menunjukan atau memiliki surat izin mengemudi, STNK atau kelengkapan surat menyurat kendaraannya, namun ada juga sejumlah pengendara roda dua yang nekad menerobos saat operasi ini digelar," terangnya.

Rustam juga menegaskan, Operasi ini mengutamakan tindakan represif berupa penegakan hukum, penilangan yang terukur bagi para pelanggar lalu lintas tanpa mengesampingkan preemtif dan prefentif, serta dilakukan dengan tindakan Kepolisian yang humanis mengedepankan senyum, sapa, salam (3S).

" Yang menjadi fokus perhatian saat ini adalah, keselamatan bagi pengguna jalan, lalu lintas dapat dipahami sebagai urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa dan cermin tingkat modernitas. Namun dalam hal itu, masih sering kali diabaikan bahkan dianggap tidak penting," ungkapnya.

Melalui Operasi Patuh Mahakam 2017 ini, diharapkan akan tercapainya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, serta turunnya angka kecelakaan dan mampu menekan jumlah fatalitas korban kecelakaan, hingga terciptanya kerjasama yang baik antar instansi pemangku kepentingan lalu lintas dengan memwujudkan situasi maupun kondisi kamseltibcar lantas yang mantap.(bil)

;
close
iklan kiri
close
iklan kanan