Kemenristek Punya Bukti Kuat Kasus Plagiarisme di UNJ
\\\"Saya secara pribadi melihat jika kasus plagiarisme ini terus dibongkar melalui pengadilan, justru saya sangat prihatin dengan sikap mantan rektor saya yang saya hormati itu sebab yang ditemukan Tim EKA Kemenristek-Dikti itu hasil digital forensik yang

By Ardian 28 Sep 2017, 11:35:40 WIB Pendidikan
Kemenristek Punya Bukti Kuat Kasus Plagiarisme di UNJ

iNRADIO - Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubeidillah Badrun mengaku Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) mempunyai bukti kuat terkait kasus plagiarisme di UNJ. Ubeidillah dilaporkan Rektor nonaktif UNJ, Djaali terkait pencemaran nama baik. 

"Saya secara pribadi melihat jika kasus plagiarisme ini terus dibongkar melalui pengadilan, justru saya sangat prihatin dengan sikap mantan rektor saya yang saya hormati itu sebab yang ditemukan Tim EKA Kemenristek-Dikti itu hasil digital forensik yang sulit dibantah," kata Ubeidillah dikutip dari Media Indonesia, Kamis 28 September 2017. 

Sebagai akademisi, lanjut Ubeidillah, pihaknya akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku dan cara-cara ilmiah dalam merespons persoalan ini.

Ketua Tim EKA Kemenristek-Dikti, Supriadi Rustad, menanggapi santai pelaporan yang turut menyasar dirinya. Supriadi mengaku tidak ada langkah khusus menghadapi laporan itu. 

"Wah, sebagai (anggota) Tim EKA saya sadar tugas penuh risiko. Sebelumnya saya juga pernah diperiksa di Bareskrim Polri, kok, dilaporkan oleh alumni," ungkap Supriadi.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Harian (Plh) Rektor UNJ Intan Ahmad sudah bertandang ke Kampus UNJ. Intan yang juga Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek-Dikti akan langsung membenahi program pascasarjana, khususnya program doktor. 

Intan juga akan mengawal dan mendampingi UNJ hingga terpilih rektor baru dan definitif. "Saya harus mempunyai peta yang lebih baik tentang UNJ, tetapi semua keputusan harus selalu saya konsultasikan kepada Pak Menteri," tukas dia. 

Sebelumnya, pihak Djaali melaporkan Ketua Tim EKA Kemenristek-Dikti, Supriadi Rustad dan dosen UNJ Ubeidillah Badrun. Keduanya dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Djaali. 

Supriadi dinilai mencemarkan nama baik Djaali karena menyebut bahwa di UNJ terjadi terjadi plagiat dan jual beli ijazah. Sementara, Ubedillah memberikan pernyataan di media terkait Djaali. (ard009)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment