Pemkab Kukar Dukung Gerakan Daerah Bebas dan Bersih Narkoba
Partisipasi dalam proses penyelamatan generasi muda dan masa depan bangsa dan negara

By Fai 18 Apr 2016, 01:47:44 WIB Kesehatan
Pemkab Kukar Dukung Gerakan Daerah Bebas dan Bersih Narkoba

iNRADIO - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendukung penuh terhadap upaya penegakan hukum penyalahgunaan narkoba, dengan bertindak tegas tanpa pandang bulu untuk menegakkan peraturan.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah saat meimpin apel pagi dilingkungan sekretariat, sekaligus menandatangani ikrar gerakan daerah bebas dan bersih narkoba bersama Forum Koordinasi Perangat Daerah (Forkod) dan Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Kukar, Senin (18/4/16) pagi di Tenggarong.

Menurut Edi, langah ini sebagai upaya turut berpartisipasi dalam proses penyelamatan generasi muda dan masa depan bangsa dan negara. Edi berpesan agar gerakan ini dapat disampaikan dan disebarluaskan kepada lingkungan sekitar, sehingga gerakan ini dapat diketahui dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Kukar.

“Saya menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk menjauhi narkoba, jaga diri, keluarga dan lingkungan sekitar dari resiko narkoba dan selalu katakan “Tidak pada Narkoba”, katanya.

Dijelaskannya, data tahun 2015 provinsi Kaltim menempati urutan ketiga secara nasional dalam penggunaan narkoba. Sebanyak 3,1 persen dari jumlah penduduk Kaltim yaitu sekitar 97.000 jiwa menggunakan narkoba baik sekedar pemakaian coba-coba, teratur maupun pecandu atau penyalahguna berat.

Data juga menunjukkan Kukar merupakan daerah terbanyak pengguna narkoba di Kaltim setelah kota Samarinda dan Balikpapa. Lebih memprihatinkan lagi para pegguna narkoba sebagian besar berada pada kelompok usia remaja dan produktif. “Mari kita brantas narkoba di seluruh lapisan masyarakat dalam wilayah Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Ditambahkan Edi, pihaknya juga mengapresiasi inisiatif yang dilakukan pihak kepolisian. “Pemkab Kutai Kartanegara sangat mendukung dan siap menyukseskan gerakan moral ini,” katanya.

Dia juga meminta kepada seluruh pemangku kepentingan, para orang tua, para pendidik, tokoh agama, tokoh masyarakat, “Saya menyerukan agar dapat menyamakan persepsi dan tekad untuk ambil bagian dalam upaya pemberantasan narkoba di Kutai Kartanegara,”. Jelasnya.

Diketahui, bahaya dan dampak narkoba bagi kesehatan seperti resiko tertular HIV/AIDS, hepatitis serta dampak sosial yang bisa ditimbulkan seperti munculnya perilaku kriminal, kejahatan seksual, penganiaan, dan lainnya. Secara ekonomi juga telah terbukti akan terjadi kerugian secara pembiayaan akibat penyalahgunaan narkoba. (Wd)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment