Sekilas Perkembangan Gasing Di Tanah Kutai
Awal mula gasing di Tanah Kutai muncul dimulai dari pohon kayu pelele yang buahnya mirip dengan gasing

By Monik 25 Nov 2017, 17:32:36 WIB Seni Budaya
Sekilas Perkembangan Gasing Di Tanah Kutai

Keterangan Gambar : Buah gasing, permainan masyarakat Melayu


Gasing adalah permainan tradisional yang masih berkembang hingga saat ini di Kalimantan Timur, khususnya Kutai Kartanegara (Kukar).

Permainan ini tidak hanya bisa dimainkan oleh anak-anak, tapi juga orang dewasa maupun orang tua, yang lebih unik lagi, permainan gasing ini bisa dimainkan oleh wanita.

Menurut salah satu pengrajin gasing, Narsyamdani “asal mula gasing muncul di Kukar kemungkinan karena adanya pengaruh pedagang Melayu yang membawa permainan tradisional atau memang dari kebudayaan yang ada di Tanah Kutai itu sendiri sehingga permainan ini bisa dimainkan oleh masyarakat Kutai di pedesaan, kerajaan secara menyeluruh”.

Beliau juga menjelaskan “Awal mula gasing di Tanah Kutai muncul dimulai dari pohon kayu pelele yang buahnya mirip dengan gasing, sehingga masyarakat Melayu terinspirasi dengan buah pelele yang pada umumnya dimainkan di pinggir sungai karena buah pelele ini hanyut di sungai, di ambil, diputar pakai tangan dan dimainkan di pasir maupun tanah”.

Ketua Keroan Begasing Kutai (KBK), Narsyamdani menyatakan, pembuatan gasing ini sudah berlangsung sekitar 5 tahun. Sampai saat ini, pembuatan permainan tradisional itu masih terus berlangsung. Agar permainan gasing ini lebih menarik, beliau mencoba menggabungkan antara gasing dan musik tradisional Kutai.

Pembuatan gasing secara manual dibutuhkan sekitar 1 hari penuh, tapi jika menggunakan mesin, waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan gasing akan lebih singkat, yaitu sekitar 15 menit 1 gasing.

Daerah Kalimantan mempunyai gasing ciri khas yaitu bahan yang terbuat dari kayu bengris dan kayu ulin yang hanya tumbuh di Tanah Kalimantan. Ada banyak bahan yang bisa digunakan untuk pembuatan gasing, tapi pada umumnya untuk Indonesia sendiri mempunyai keunikan yaitu bahan dasar kayu putih.

Di era modern, dimana teknologi terus berkembang pesat, tapi permainan tradisional gasing tak akan lekang oleh waktu, jika anak anak muda terus membantu mengenalkan kepada generasi yang akan datang, serta peran orang tua dan guru yang membantu mengenalkan kepada anak-anaknya.

Pengrajin gasing mengharapkan kedepannya agar pemerintah bisa ikut berpartisipasi mengenalkan ke luar daerah dan dunia.

 

Monik dan Abdullah (Peserta Course Of Writing Basics)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment