UPACARA ADAT BELULUH SULTAN MENJELANG ERAU 2017
Kesultanan kutai kartanegara ing martadipura menggelar ritual upacara adat BELULUH SULTAN

By Ardian 20 Jul 2017, 12:20:28 WIB Seni Budaya
UPACARA ADAT BELULUH SULTAN MENJELANG ERAU 2017

iNRADIO – Pelaksanaan ERAU adat kutai international folklore and art festival (EIFAF) akan di buka pada minggu (23/07/2017) mendatang, Namun untuk mengawalinya kegiatan tersebut terlebih dahulu, Kesultanan kutai kartanegara ing martadipura menggelar ritual upacara adat BELULUH SULTAN.

Upacara adat ini sendiri berlangsung di kedaton kesultanan kutai kartanegara ing martadipura yang di lakukan oleh sultan kutai ADJI MUHAMMAD SALEHOEDDIN II.

Sejumlah persiapan pun telah disediakan untuk melaksanakan ritual tersebut seperti balai bambu kuning bertiang 14 buah yang dilapisi kain serba kuning dan beberapa bahan lainnya, Sebelum ritual dilakukan terdapat sebuah balai bambu kuning yang terpampang di tengah-tengah kedaton serta sejumlah sesajen persiapan ritual sakral yakni BELULUH AWAL SULTAN.

SARTIN koordinator upacara sakral kesultanan kutai menjelaskan, ‘’ Tak hanya itu saja pada ritual ini juga terdapat sejumlah tempat penginangan serta penduduk yang berisi beras, pisang, kelapa, dan sesajen lainnya yang nanti akan di pergunakan oleh kerabat kesultanan dan para dewa atau pawang acara, Upacara adat ini berlangsung dengan khidmat yang dilakukan sultan kutai ADJI MOHAMMAD SALAHOEDDIN II dan kemudian menuju kebalai bertingkat 41 buah yang terbuat dari bambu kuning, Setelah sultan duduk di tingkat ketiga balai bambu yang dilapis kain serba kuning, Selanjutnya dilakukan pembacaan mantra oleh seorang dewa belian atau pawang dewa, Kemudian pawang menanyakan kepada sultan apa yang dimohonkan kepada sang pencipta, Namun ada dua penawaran dilakukan oleh belian yakni memohon keselamatan, kesehatan, panjang umur hingga terhindar dari penyakit bagi sultan dan beserta keluarga.

Lalu memohon keselamatan bagi kota tenggarong dari darat dan laut, Sultan punmeminta keduanya, setelah itu dewa belian atau pawang kembali membacakan mantra serta empat (4) orang kerabat keraton berdiri di empat sisi sudut kiri kanan sultan dan membentangkan kain kuning yang disebut KIRAB TUHING ’’

Di iringi pembacaan mantera dari belain seorang pawang perempuan melakukan ritual TEPONG TAWAR terhadap sultan dan selanjutnya sultan turun dari balai untuk melakukan ketika lepas dengan sejumlah orang terpilih dalam prosesi tersebut

 Dengan terselenggarannya acara tersebut di harapkan bagi masyarakat kota tenggarong untuk tetap mencintai budaya kutai serta melestarikannya agar kebudayaan kesultanan kutai kartanegara ing martadipura di kenal di seluruh dunia. (ard009)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment